Need Translation? Translate the Article here..

Monday, 10 June 2013

PROFIL RICCARDO SAPONARA


"Aku menangis ketika pertama kali mendengarnya" berkata Riccardo Saponara menjelaskan reaksi pertamanya ketika Ia telah resmi menjadi pemain AC Milan. "Buatku, Milan adalah sepakbola dan Kaka tetap dan akan selalu menjadi idolaku"

Ya, pemuda kelahiran Forli, 21 Desember 1991 ini resmi dipinang AC Milan pada tanggal 21 Januari 2013 namun Ia memilih tetap membela panji Empoli hingga akhir musim dengan harapan dapat membantu Empoli ke Serie A. Walau kalah di play-off dari Livorno, pencapaian 13 gol 15 assist dari 40 penampilannya sepanjang musim 2012/13 tidak dapat disepelekan.
"Presiden Berlusconi melemparkan ide untuk memulangkan Kaka namun Ia memiliki gaji yang tak mampu dipenuhi klub Italia manapun. Lagipula, kami sudah memiliki Riccardo yang lain, yaitu Riccardo Saponara" - Adriano Galliani
Berposisi awal sebagai pemain sayap, pelatih Empoli Maurizio Sarri mengubahnya menjadi gelandang serang tepat di belakang striker, posisi yang segera membuat media menyebutnya "Kaka dari Serie B', bahkan Adriano Galliani tak ragu-ragu menyamakannya dengan mantan bintang Milan bernomor 22 itu, "Presiden Berlusconi melemparkan ide untuk memulangkan Kaka namun Ia memiliki gaji yang tak mampu dipenuhi klub Italia manapun. Lagipula, kami sudah memiliki Riccardo yang lain, yaitu Riccardo Saponara." ujar CEO Milan tersebut. "Ketika aku menyaksikan Saponara bermain, Ia mengingatkanku pada Kaka yang dulu kami pernah miliki dari caranya berlari dan berakselerasi"

"Ia mampu melewati rintangan-rintangan dengan kekuatan dan determinasi, Ia layak mendapatkan perhatian dari klub seperti Milan."- Roberto Civitarese

Diwawancarai Tuttomercatoweb, pelatih mental Saponara, Roberto Civitarese memuji pemuda yang memulai karir profesionalnya di Ravenna tersebut, "Aku sudah mengenalnya selama tiga tahun dan aku segera yakin bahwa Ia ditakdirkan untuk melakukan hal-hal penting" ujar Civitarese. "Ia selalu berlatih dengan keseriusan dan dedikasi dan sekarang Ia menuai hasil dari kerja kerasnya selama ini. Ia mampu melewati rintangan-rintangan dengan kekuatan dan determinasi, Ia layak mendapatkan perhatian dari klub seperti Milan."

Dengan kecepatan, timing dan akselerasi yang mumpuni, serta mata yang tajam dalam mengumpan, segera Ia mengubah Empoli yang awalnya hanya kandidat degradasi menjadi kandidat play-off Serie A. Kini Ia semakin dekat menjadi pemain yang Ia idolakan selama masa-masanya di Milan. 


Benvenuto, Saponara!

No comments:

Post a Comment

Post a Comment